Sunday, 17 March 2019

Konstanta

Apa yang perlu kita basuh?
Pada jalanan yang lepas hujan
Pada langit yang tak pernah tersampai

"Mari pandang rasi semesta saja", kataku

Tapi engkau tetap murung. Pandangmu jauh
Menjadi pendulum yang tak lepas dari busur
Menjadi apotema yang tak kunjung mengira dirinya jari

Lalu aku mengeras menjadi sesuatu yang mati
Mataku menatap mata bulatmu dalam lekat
"Menerawang?", tanyamu rendah
"Mengukur bulan", jawabku

Kasih, mengapa nenek moyang ingin abadi?
Dan mengapa Tuhan menuliskan Alif-Lam-Mim, yang tanpa arti?

No comments:

Post a Comment